13 Februari 2019 21:29:37
Ditulis oleh Admin

Antisipasi Wabah Demam Berdarah, Desa Sugihan Melakukan Fogging DBD

sugihan-jatirogo.desa.id – DBD (Deman Berdarah Dengue) atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah memang sedang menjadi trending topic saat ini. Berdasarkan informasi dari Bapak Didik Wahyudi selaku Programmer DBD di UPTD Puskesmas Jatirogo, sejak bulan Januari sampai Februari sudah ada sekitar 4 anak di Desa Sugihan yang dicurigai terkena penyakit demam berdarah, ditandai dengan trombosit yang menurun.

Sudah ada beberapa warga di desa Sugihan yang melapor pihak Pemdes Sugihan untuk meminta dilakukan fogging. Namun, memang fogging tidak bisa dilakukan sembarangan, fogging hanya bisa dilakukan jika ditemukan lebih dari satu kasus DBD. Karena sudah ada beberapa kasus DBD, pihak Dinkes Tuban pada hari ini Selasa (13/02/2019)  melakukan fogging di Desa Sugihan, fokusnya di Dusun Krajan dan Dusun Karang Anyar. Pelaksanaan fogging ini memang tidak bisa dilaksanakan secara luas ke seluruh desa. Namun, petugas hanya melakukan fogging dalam radius 200 meter di sekeliling rumah warga yg terkena penyakit DBD saja. Fogging yang dimaksud disini merupakan pengasapan yang bertujuan untuk memberantas nyamuk-nyamuk .

Nah, mengapa tidak diaksanakan fogging sebelum ada kasus? karena fogging ini sendiri dapat menjadikan jentik-jentik nyamuk menjadi lebih kebal, mencemari lingkungan, menyebabkan keracunan insektisida pada penduduk. Jika memang belum ada suatu kasus pihak dari puskesmas setempat hanya dapat memberikan bubuk abate dan penyuluhan kepada masyarakat.

Sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit ini, baiknya kita selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan cara mudah berikut ini :

  1. Menguras bak mandi seminggu sekali agar jentik-jentik nyamuk mati.
  2. Menutup penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk,
  3. Mengubur atau memusnahkan barang-barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk
  4. Jangan menggantung baju terlalu lama
  5. Gunakan bubuk abate

Selain itu, mengingat bahwa nyamuk DBD ini bekerja pada pagi dan sore hari, maka peran orang tua sangatlah penting dalam melindungi putra-putrinya, yaitu dengan memberikan lotion anti nyamuk sebelum putra-putrinya berangkat sekolah. “Jam kerja nyamuk aedes aegypty ini adalah pada jam 9-10 pagi dan jam 5-7 malam, yang bahaya yaitu ketika pagi, ketika anak sedang sekolah”, tutur Dokter Budi dari UPTD Puskesmas Jatirogo.  Oleh karena itu, sebelum terlambat, marilah kita perangi penyakit DBD ini minimal dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita setiap hari. (ink/sgh)



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus