08 April 2019 10:27:46
Ditulis oleh Admin

Sukses Membangun Usaha, Peserta KPM PKH Sugihan Mengundurkan Diri

sugihan-jatirogo.desa.id – Pasca Pendamping PKH Desa Sugihan sukses memberikan wawasan kepada para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tentang 8 orang penerima PKH melakukan graduasi mandiri. Pada tanggal 7 April 2019, satu lagi warga Desa Sugihan penerima manfaat PKH melakukan graduasi mandiri, dan ini dilakukan atas kesadaran diri sendiri tanpa ada paksaan dari manapun.

Tri Yanti, warga Desa Sugihan merupakan penerima manfaat PKH yang menyatakan berhenti dari peserta bantuan pemerintah karena merasa telah mandiri secara ekonomi. Warga Dusun Krajan ini mengisahkan bahwa dulu memang benar-benar tidak mampu akhirnya dengan sangat terpaksa menerima program PKH, “dahulu pekerjaan masih belum lancar, berganti-ganti pekerjaan dari buruh di pedagang sepatu, jualan sosis, jualan dawet, pokoknya masih mencoba-coba usaha yang cocok” cerita Tri Yanti. Usaha demi usaha dilakukan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, dari sekian banyak usaha yang dilakukan akhirnya ibu satu anak ini berhasil pada usaha jualan kelapa hingga bisa sukses seperti sekarang. Dari usaha ini, awalnya hanya mampu menjual sekitar 25-30 buah per hari, lambat laun usahanya semakin berkembang dan bahkan sudah memiliki reseller (orang menjual kembali produk dari pihak supplier kepada konsumen). Setiap hari diambil oleh penjual-penjual sayur keliling untuk dipasarkan, dan saat ini Tri Yanti mampu menjual sekitar 150 buah kelapa per hari. Usaha jual kelapa semakin hari semakin lancar dan Ibu yanti bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendaftarkan diri pergi haji. Alhamdulillah ...

Cerita ini sengaja penulis sebarkan, besar harapan kami agar para penerima manfaat PKH yang sampai saat ini masih menerima bantuan bisa mengikuti jejak sukses ini. Siapapun bisa sukses asal sungguh-sungguh, dilandasi dengan pantang menyerah, tekun, semangat berubah dan rajin berdoa. Tri Yanti, mengaku tidak memperdulikan omongan rekan-rekan penerima PKH lainnya, beberapa ada yang bilang, “untuk apa mengundurkan diri, toh uang negara”. Mindset (pola pikir) yang salah kaprah dari rekannya itu ditepis dan tidak mengurungkan niat tri yanti untuk mengundurkan diri.

“Sebenarnya dia sudah mau keluar bulan lalu, tapi dipengaruhi temannya, akhirnya tadi pagi saya tawari lagi dan dengan legowo mau mengundurkan diri’ tutur Setiyaningsih selaku pendamping PKH Desa Sugihan. Selain alasan tri yanti yang sudah mandiri secara ekonomi, dia juga berharap agar bantuan PKH yang dulu didapatnya bisa dialihkan kepada orang yang lebih membutuhkan.

Pemdes Sugihan sangat mengapresiasi kepada setiap warga penerima bantuan yang dengan legowo mau graduasi mandiri dan berharap semoga akan terus bertambah generasi-generasi yang mampu graduasi mandiri. Ucapan terimakasih pula lagi-lagi tidak lupa disampaikan kepada Pendamping PKH karena atas bantuan dan motivasinya beberapa peserta PKH mengundurkan diri. Semoga sedikit cerita Tri Yanti ini dapat memotivasi banyak orang, bahwa kaya itu tidak harus punya mobil, punya punya rumah mewah, tetapi kaya itu bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tidak hanya bermental mengandalkan bantuan dari pemerintah (ink/sgh).


image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus